Sekolah bagi anak usia dini, bermain adalah belajar, menyimak cerita adalah membaca, berkarya adalah menulis. Makna dari berkarya menurut KBBI adalah mencipta, baik dalam bentuk tulisan / karangan, lukisan, dan bentuk lainnya. Dan apakah tujuan anak usia dini berkarya adalah untuk membentuknya menjadi seniman di kemudian hari? Jadi, apakah sesungguhnya makna berkarya bagi anak usia dini? Keterampilan yang dibutuhkan di abad 21 ini semakin luas dan bukan terbatas hanya pada kemampuan membaca dan berhitung secara teknis yang dijadikan dasar. Keterampilan abad 21 yang dibutuhkan terbagi menjadi 3 bagian yaitu literasi dasar, kompetensi, dan karakter. Dalam bahasa kurikulum, hal tersebut lebih dikenal dengan pengetahuan, keterampilan, sikap,Read More →

Aku berkenalan dengan Kebun Belakang sudah sejak tahun 2019 lalu. Ketika itu, aku melakukan survey untuk kunjungan kegiatan anak-anak sekolah, sekaligus membawa Raynar melakukan eksplorasi, tentu saja. Ceritanya bisa dibaca di http://hotarukika.com/kebun-belakang/ Pada Oktober 2020, Kebun Belakang menawarkan kegiatan Kebun Komunal. Kegiatan dalam kelompok kecil saat pandemi Covid saat itu benar-benar kubutuhkan. Untuk bersosialisasi di luar rumah, lepas dari rutinitas yang semakin banyak di hadapan layar, dan tentu saja belajar mengenai hal yang baru. Sebenarnya tidak benar-benar baru, aku cukup sering berkegiatan menanam di sekolah. Memelihara beberapa sayuran dengan kitchen regrow. Namun, mengelola sayuran di area kebun yang benar-benar kebun memang baru untukku. Pertama-tama, kuperkenalkanRead More →

Aku sedang membaca buku mengenai makna shalat, buku berjudul ‘Buat Apa Shalat?!’ karya Haidar Bagir cukup banyak membuat merenung. Karena ternyata, jika kita sebagai muslim telah mampu mencapai kesempurnaan shalat, Allah akan memberikan banyak sekali manfaat bagi kehidupan. Namun, kesempurnaan shalat tidak mudah. Karena imbalannya yang sangat luar biasa, tentu usaha yang dilakukannya pun tidak mudah. Kita perlu belajar sepanjang hayat. Kemudian, muncul pertanyaan baru, bagaimana kita bisa dan mampu belajar sepanjang hayat mengenai shalat yang baik jika belum menjadikan shalat suatu kebutuhan yang menyenangkan? Hanya menyimpannya dalam deretan daftar kewajiban semata? Di hari Isra Miraj, aku berkesempatan mengikuti webinar yang diadakan oleh OpenMind ConsultingRead More →

Hai. Sudah berapa lama sih pandemi ini?Sebagai orang yang sebenarnya introvert dan ga suka keramaian, aku cukup mensyukuri saja bisa cukup banyak waktu bekerja dari rumah. Dinikmati, disyukuri, dan menaruh harapan cukup besar agar semua kondisi berangsur pulih. Yang penting sabar kan… Awalnya, kupikir berdiam di rumah tidak akan selama ini. Sebulan, dua bulan mungkin cukup. Tapi ternyata berlanjut ke bulan-bulan selanjutnya. Kondisi makin membaik? Belum juga, kalau tidak mau mengatakannya sebagai kondisi yang sama sekali tidak baik. Manusia introvert juga tetap diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk sosial, dengan keterbatasan sosial tetap butuh bersosialisasi bagaimana pun caranya. Sebisa mungkin aku tetap nurut, kalau ga pentingRead More →

Merayakan ulang tahun, bukan budaya dalam keluargaku sejak dulu. Bahkan aku tidak menganggap usia 17 tahun penting untuk dirayakan saat itu. Kebiasaan itu kemudian terus berlanjut ketika aku sudah berkeluarga, ulang tahun tetap diingat, mengucap doa, dan memberi hadiah meski tidak pernah merayakannya atau membuat kejutan yang sangat terencana. Sejak awal bulan, aku memberitahu Raynar kalau di akhir bulan Babah berulang tahun. Dan hal itu ternyata membuat Raynar memiliki ide untuk merancang sebuah kejutan ulang tahun untuk Babah. Padahal, di hari ulang tahunnya sendiri pun, kami tidak membuat kejutan apapun. Sejak awal, ia merencanakan ingin memberi Babah hadiah yang memang Babahnya inginkan dan membuat skenarioRead More →

Sejak kecil, budaya membaca rasanya sudah tertanam dalam keluargaku. Di saat semua teman-temanku memiliki banyak sekali berbagai permainan elektronik, orangtuaku selalu memberi apresiasi dalam bentuk buku. Lama-kelamaan membaca yang memang dibiasakan menjadi hobi hingga kini. Aku merasakan banyak sekali manfaat membaca dalam kehidupan. Bahkan untuk sekedar mengisi waktu ketika menunggu agar tidak salah tingkah misalnya. Karena manfaat yang sangat banyak, maka tentunya aku ingin membangun budaya tersebut juga pada keluargaku sendiri, terutama pada anakku. Sejak dalam kandungan, aku kerap membacakan buku secara nyaring pada anakku. Meskipun saat itu aku sedang membaca novel. Aku pun membacakan banyak buku-buku anak yang sudah kukoleksi sejak aku baru mulaiRead More →

Siapa yang akan menyangka bahwa kita semua akan mengalami hidup layaknya di film-film thriller yang seringkali ditonton di bioskop. Pandemi virus Corona yang mulai merebak di akhir tahun 2019 dan semakin menyebar ke seluruh dunia membuat kita yang ada di Indonesia juga pada akhirnya harus #dirumahaja. Alih-alih melakukan banyak penyangkalan dengan menolak melakukan social distancing atau hanya sekedar menyerahkan segalanya pada Tuhan, aku memilih untuk mencoba mengikuti arahan dan aturan yang memang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia bahkan oleh WHO. Aku sudah hampir 2 minggu melaksanakan WFH (work from home). Sebagai guru yang selalu aktif bermain di kelas bahkan lapangan sekolah, WFH ini sebenarnya cukup menyiksa.Read More →

Anak itu unik. Pasti berbeda satu anak dengan anak lainnya. Perkembangan anak lain bukan menjadi patokan perkembangan anak kita. Tetapi, jangan pula terlena dengan keunikan anak, cek milestone setiap tahap usianya, apakah sudah berkembang sesuai dengan usianya? Anakku memang terlambat bicaranya, soalnya dia jalan lebih cepat daripada anak yang lain… Atau… Anakku memang belum bisa bicara, tapi dia pintar kok… Sudah tahu angka… Apakah kalimat tersebut tidak asing kita dengar di lingkungan? Atau bahkan kita sendiri pernah mengucapkan hal tersebut? Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang utuh. Setiap anak memiliki berbagai aspek yang akan berkembang sesuai dengan tahapan usianya tentu saja dengan bantuan stimulasi yangRead More →

Proses literasi semakin banyak digerakkan di negeri ini, namun banyak terjadi mispersepsi dalam penerapannya. Padahal literasi melingkupi banyak aspek, bahkan dalam pengembangan karakter. Sebagai guru (dan juga orangtua) tentu ingin anak (-anak) mengalami proses membaca yang utuh. Bagaimana proses membaca yang utuh? Sebuah penelitian sederhana kulakukan sejak awal tahun 2015, hanya untuk sekedar membuktikan bahwa read aloud dapat membantu perkembangan karakter dan bahasa anak hingga kemampuannya terhadap keaksaraan. Langkah awal yang dilakukan adalah berbicara sendiri pada janin dalam kandungan, membacakan buku cerita pada anak yang wujudnya pun belum diketahui. Berdasarkan banyak teori serta penelitian di luar sana bahwa membacakan buku pada janin akan berhasil, makaRead More →

“Tidak ada makanan gagal di Jepang.” Kalimat ini spontan kuucapkan setelah mencicipi beberapa street food di Jepang. Tepatnya, saat malam pertama aku menginjakkan kaki di Osaka. Sesampainya di hotel, setelah istirahat sejenak meluruskan badan dan mandi, aku dan beberapa teman berjalan menuju Dotonbori Street, Osaka. Kabarnya di sepanjang jalan itu banyak sekali kedai jajanan yang terkenal enak. Tapi karena aku telat makan siang, tentu saja aku dan teman-teman langsung mencari rumah makan untuk makan berat sebelum mencicipi cemilan khas Jepang. Berbekal petunjuk Google Map, kami berjalan menuju Naritaya Halal Ramen. Tempat ini memiliki nama yang sama dengan kedai ramen yang tahun lalu kucoba di daerahRead More →