Pernah merasa sulit mengenalkan lambang bilangan pada anak-anak? Aku pernah mengajak anak-anak membuat sebuah karya sederhana. Membuat wayang. Tapi wayang ini tidak seperti wayang yang sudah pernah dibuat sebelumnya. Wayang ini mengajak anak-anak untuk berimajinasi dan mengenal lambang bilangan. Aku menuliskan bilangan dari 0 sampai 9 yang kemudian dipilih oleh anak-anak. Lalu mereka berimajinasi bilangan tersebut berubah menjadi binatang. Dari lambang bilangan itu anak-anak mengubah bentuknya dengan menggambarnya menjadi binatang. Lucu-lucu. Ada yang mengubah 7 menjadi seekor jerapah pelangi… Setelah selesai menggambar dan mewarnainya, mereka kemudian menggunting binatangnya. Lalu, binatang-binatang itu ditempelkan pada batang pensil. Spontan anak-anak menggunakan wayangnya untuk berdramatisasi. Mereka melakukan percakapan sesamaRead More →

Sejak hadirnya Raynar di antara aku dan Babah, kami rasanya agak sulit untuk bepergian dengan jarak jauh. Kesulitannya lebih banyak karena kecemasan kami sendiri kurasa. Waktu Raynar masih bayi, ingin rasanya mengajak dia menengok eyang-eyangnya di Kediri Jawa Timur, tapi kami kemudian memikirkan transportasi yang akan dipilih. Naik mobil sudah jelas tidak akan jadi pilihan. Raynar yang masih bayi perlu lebih dari sekedar Bubunya yang mengasuh selama perjalanan. Naik kereta akan menghabiskan waktu kurang lebih 17 jam dan membayangkannya saja kami tidak sanggup. Naik pesawat tidak bisa langsung mendarat di depan rumah eyang, jarak dari bandara Juanda sampai Kediri cukup jauh dan belum dibayangkan macetnyaRead More →

Raynar mengenal kuas lukis lebih dulu dibandingkan alat tulis seperti spidol dan lainnya. Saat mulai dikenalkan dengan alat tulis sebagai perlengkapannya bermain corat-coret, Raynar masih kesulitan membedakan antara ‘lukis’ dan ‘tulis’ sehingga alat tulis apa pun dia sebut dengan ‘lukis’. Aku memang menyimpan beberapa stok peralatan gambar dan lukis di rumah, sesekali dipakai tapi seringnya memang teronggok menganggur menunggu untuk digunakan. Ternyata stok peralatan itu berguna sekali untuk peralatan perang Raynar. Raynar mencoba bermain corat-coret dengan memakai pensil warna, dia tampak takjub dengan warna berbeda-beda yang digoreskan di kertas. Dia semakin takjub ketika aku mulai memberinya spidol dan krayon yang punya warna lebih terang dibandingkanRead More →