Alat Bantu Hitung

Salah satu kompetensi kognitif yang perlu dimiliki oleh anak usia 5-6 tahun adalah kemampuannya dalam menggunakan angka dan berhitung sederhana. Namun hal ini memerlukan bantuan benda atau objek konkrit yang melambangkan jumlah dari angka serta membantunya dalam berhitung. Karena tahapan belajar anak-anak usia 5-6 tahun masih konkrit operasional (masih sangat membutuhkan benda konkrit serta pengalaman langsung ketika mempelajari suatu hal).

Orangtua yang memiliki anak usia SD pasti sering merasa kesulitan mengajak anak belajar matematika meskipun soalnya sederhana. Karena pikiran abstrak orangtua yang sudah berkembang jauh berbeda dengan anak-anak yang masih berpikir konkrit. Apalagi jika mengajak anak-anak belajar dengan menggunakan metode jadul. Ternyata, belajar matematika dengan metode drama seringkali berhasil.

Saat belajar matematika dulu, aku menggunakan alat bantu hitung berupa lidi atau batang korek api untuk memecahkan persoalan matematika sederhana seperti penjumlahan atau pengurangan. Aku merasakan kurangnya makna dan tidak menarik. Setelah mencari ide di berbagai media termasuk Pinterest, aku mencoba menciptakan alat bantu hitung yang dapat multifungsi. Dan tentunya menarik.

Lidi-lidi dan batang korek api yang dulu dipakai sebagai alat bantu hitung, sekarang ingin kuganti dengan sesuatu yang tetap sederhana namun menarik. Alat bantu hitung ini dibuat dari bahan stik es krim, bisa bekas atau beli stik yang baru. Selain digunakan sebagai alat bantu hitung, stik ini bisa juga digunakan sebagai fungsi yang lain. Misalnya sebagai media untuk bermain dramatisasi mikro, atau sebagai kojo saat bermain ular tangga.

Jadi, berhitung itu menyeramkan atau menyenangkan bagi anak-anak?


Leave a Reply