DIY Big Book : Liburan ke Pantai

Selama 12 hari, aku mengikuti masa karantina dalam program pendidikan dan latihan profesi guru. Program ini biasa dikenal dengan PLPG. Selama 12 hari itu, aku banyak belajar dan mendalami ilmu pedagogik dan pendalaman ilmu pendidikan anak usia dini. Selain itu, aku juga mengikuti beberapa workshop untuk mengembangkan keterampilan dalam mengajar anak-anak di sekolah. Salah satu workshop yang menjadi favoritku adalah pembuatan media untuk kegiatan pembelajaran. Di sini, semua guru dituntut untuk berpikir kreatif tapi juga bekerja efektif. Bagaimana caranya setiap guru dapat membuat dua media pembelajaran tapi dalam waktu singkat. Kira-kira waktu yang disediakan di kelas hanya sekitar 8 jam, kecuali jika guru-guru rela untuk bekerja lembur melanjutkan hingga malam hari.

Aku memilih untuk tidak melembur hingga malam. Jadi, aku merencanakan membuat media sederhana namun tetap bermakna jika digunakan untuk pembelajaran di kelas nanti. Perencanaan media kubuat dalam bentuk gambar sederhana. Awalnya, aku tentunya harus memikirkan tema media yang akan dibuat. Tema yang dibuat harus disesuaikan dengan tema pembelajaran yang akan dilakukan. Bahan-bahan yang direncanakan pun cukup sederhana, karton putih, beberapa jenis alat warna seperti spidol dan krayon, serta kertas origami bermotif. Hanya itu. Ketika banyak orang mengeluarkan modal yang sangat besar untuk membuat media, aku memilih untuk mengeluarkan budget minimalis. Soalnya sayang kalau ternyata nanti dibuang. Tapi tentunya aku tidak berniat membuangnya. Tanggal tua hehe….

Aku memilih untuk mengambil tema pantai sebagai tema pembelajaran. Lalu mulai membuat ‘kotretan’ gambar di buku catatan.

Aku membuat perencanaan semacam storyboard sederhana. Berisi cerita dari halaman per halamannya lengkap dengan rencana gambar yang akan dibuat serta rencana cover depan dan belakang. Dengan membuat rencana dan storyboard sederhana, ketika akan memulai membuat buku akan lebih lancar dan mengurangi kegagalan. Aku benar-benar mengusahakan agar ketika mulai membuat bigbook, tidak ada kesalahan sedikit pun. Maka, proses pembuatan bigbook sederhana berjudul ‘Liburan ke Pantai’ pun dimulai…

Selanjutnya, aku mulai membuat gambar untuk halaman pertama. Aku bukan orang yang punya bakat menggambar, aku hanya punya modal goresan yakin. Gambar sederhanaku tidak dibuat dengan ragu-ragu. Tarikan garis dibuat dengan cepat dan (diusahakan) harus tanpa kesalahan. Karena bigbook ini akan digunakan untuk bercerita pada anak usia dini, tentunya tulisan dibuat dalam ukuran besar dan hanya sedikit. Halaman kedua dibuat tanpa tulisan. Hanya bentuk yang kubuat dengan memanfaatkan potongan kertas berwarna yang dijadikan sebagai koper bertumpuk. Awalnya, aku merencanakan koper tidak ditempel pada bagian atasnya, sehingga masih ada celah untuk memasukkan gambar-gambar berukuran kecil sebagai barang-barang yang akan dibawa. Tapi aku melakukan kesalahan dengan menempelkan doubletape pada bagian atas koper. Aku kemudian menyiasatinya dengan menempelkan plastik untuk memasukkan potongan gambar-gambar berukuran kecil. Gambar-gambar tersebut adalah gambar barang-barang yang akan dibawa untuk piknik ke pantai.

Halaman selanjutnya adalah halaman yang mengajak anak-anak / pembaca untuk berangkat ke pantai. Tempat tujuan piknik dibuat berupa tulisan saja. Tiap huruf dibuat dengan warna yang berbeda. Tujuannya adalah mengajak anak-anak belajar mengidentifikasi huruf melalui warnanya. Halaman ke-empat, sudah tiba di tempat tujuan. Di sana anak-anak diajak menyebutkan objek apa saja yang dilihatnya ketika di pantai. Gambar hanya dibuat sedikit, diharapkan anak-anak bisa mengaitkan kembali pengalaman mereka jika sudah pernah pergi ke pantai. Karena bisa jadi objek yang masing-masing mereka lihat berbeda.

Menuju halaman akhir, anak-anak diajak untuk membuat rencana, kira-kira hal apa yang akan mereka lakukan di pantai. Kegiatan-kegiatan digambarkan dalam bentuk kolase. Setelah lelah bermain di pantai, tentu saja kita butuh istirahat. Makan seafood akan selalu menjadi pilihan. Ayo kita makaaaannnnn!

Seringkali aku membutuhkan buku tema tertentu untuk bercerita, tapi sulit mencarinya. Membuat buku sendiri bisa jadi salah satu alternatif cara. Rencana selanjutnya, membuat buku untuk cerita di rumah bareng Raynar. Semoga kesampaian 😉


Leave a Reply