Just Say ‘No’ to Plastic Bag!

Semakin tua, Bumi ini terasa semakin ringkih. Banyak yang mengatakan bahwa alam tengah mengamuk namun bagi alam semua adalah alami, hanya saja kita yang sewajarnya menyesuaikan diri dan juga tahu diri.

Mengurangi jumlah pemakaian kantong plastik adalah salah satu bentuk ‘tahu diri’ kita sebagai makhluk yang menumpang di Bumi ini. Karena salah satu bentuk sampah yang sulit terurai adalah plastik. Menolak dan mengurangi penggunaan kantong plastik adalah salah satu langkah kecil yang kulakukan untuk belajar zero waste. Karena satu langkah kecil dibutuhkan untuk membuat sebuah perubahan besar.

Setiap orang dalam setiap keluarga, pasti menghasilkan sampah, baik itu sampah organik maupun sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang bisa didaur ulang oleh alam. Zat-zat pengurai di dalam tanah akan menghancurkan sampah organik dan menjadikannya kembali bagian atau unsur tanah. Sampah anorganik adalah barang sisa pakai yang sulit diuraikan oleh alam. Contohnya plastik, kaleng, kaca, alumunium foil, batu batere dan sebagainya. Setiap tahun nyaris sudah tidak dapat dihitung lagi jumlah kantong atau tas plastik yang dipakai masyarakat dunia dan diberikan secara cuma-cuma oleh supermarket serta pengecer barang-barang konsumsi. Tapi untuk kecuma-cumaan dan kepraktisan tersebut ada harga yang harus dibayar oleh masyarakat dunia.

Let us cary your books and vegies.

Plastik sangat sulit hancur secara alami dan juga sulit didaur ulang. Setiap sampah plastik yang dibuang, baru akan terurai secara sempurna dalam waktu 1000 tahun! Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan juga air tanah. Artinya, walaupun kita membuang sampah plastik pada tempat sampah di rumah, tetap saja merusak lingkungan pada akhirnya. Membakar sampah plastik pun menyebabkan zat-zat beracun dari sampah terlepas ke udara yang kita hirup. Polusi udara seperti ini punya dampak serius karena melemahkan kekebalan tubuh dan memicu kanker.

Walaupun murah bahkan lebih sering diberikan gratis, plastik dibuat dengan menggunakan minyak bumi, sumber energi yang sangat langka dan sangat dibutuhkan manusia. Di Inggris saja, diperlukan dua milyar barel minyak untuk industri kantong plastik. Pada akhirnya minyak yang terpakai terbuang sia-sia karena kantong-kantong plastik itu hanya dipakai sekali-dua kali lalu menggunung di tempat penampungan sampah mencemari lingkungan.

Berdasarkan beberapa sumber yang kubaca, di berbagai negara lain, pemerintah sudah mulai terlibat dalam memerangi penggunaan jenis sampah ini. Secara bertahap, pelarangan memberikan tas plastik oleh toko sudah dilakukan Jerman, Perancis, Jepang, China, dan sebagian Amerika Latin. Di China, pemerintah telah mengambil langkah yang lebih tegas dengan menjalankan kebijakan yang melarang pemberian kantong plastik gratis sama sekali. Kebijakan ini ditujukan untuk mengurangi banyaknya polusi dan sampah negara itu. Selain itu, pemerintah negara Australia pun berharap bisa menghilangkan penggunaan plastik sama sekali di seluruh swalayan seantero negeri. Bangladesh pun menjadi negara pertama yang melarang kantong plastik.

Di Perancis, kabarnya telah ada larangan penggunaan plastik sama sekali pada tahun 2010. Pulau Corsica di Perancis menjadi pulau pertama yang melarang kantong plastik di toko-toko besar pada tahun 1999. Jerman adalah negara yang paling ketat memberlakukan kebijakan antiplastik. Sudah sejak lama, pemerintah Jerman peduli dengan sampah plastik. Kini, jangan harap anda diberi kantong plastik jika berbelanja di toko-toko Jerman. Pembeli sudah terbiasa membawa kantung ramah lingkungan sendiri.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Meskipun belum ada pelarangan yang tegas dalam penggunaan kantong plastik, dan kebijakan mengenai plastik yang masih berubah-ubah, tetapi kita bisa memulainya dengan cara membawa kantong ramah lingkungan kemana saja. Jika membawa tas lebih baik memasukkan belanjaan dalam tas dan menolak kantong plastik yang diberikan oleh toko. Lebih baik membawa kantong belanja sendiri, membawa wadah makanan jika membeli makanan take away, atau membawa bekal sendiri untuk mengurangi membeli makanan bungkus.

Kini, makin banyak orang-orang kreatif peduli lingkungan yang menciptakan kemasan dan kantong ramah lingkungan. Penampakannya seperti kantong plastik, tetapi dengan tekstur lebih lembut. Kantong-kantong ini terbuat dari bahan singkong, jadi akan lebih mudah terurai.

Kantong singkong

Jadi, apa langkah kecilmu untuk mengurangi jumlah sampah di dunia ini?

 

*Semua foto milik ig @minumino 😉


Leave a Reply