KPK dan Buku Cerita Bergambarnya

Apa yang ada di benakmu saat mendengar ‘KPK’? Apakah deretan nama-nama pejabat yang tertangkap tangan tengah melakukan suap? Atau pejabat klimis dengan rompi berwarna jingga tengah dikelilingi wartawan?

Sejak tahun 2013, aku mulai mengenal KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) tidak segarang yang sebelumnya kupikirkan. Aku paham bahwa pendidikan antikorupsi perlu diterapkan sejak dini dan KPK memiliki andil dalam mewujudkannya. Nilai-nilai kebaikan yang disemai pada anak usia dini, merupakan dasar dari pendidikan antikorupsi. Berdasarkan pemikiran tersebut, KPK mulai membuat buku-buku cerita karakter untuk anak yang sangat menarik. Tidak main-main, KPK membuat berbagai program untuk mewujudkan buku cerita anak. Mulai dari mengadakan pelatihan bagi penulis dan juga ilustrator, hingga menggandeng penulis ternama. Ketika buku-buku tersebut selesai ditulis dan dicetak, KPK membagikannya secara cuma-cuma bagi lembaga yang memiliki program antikorupsi yang nyata. Misalnya ke sekolah-sekolah atau bagi individu yang aktif menebar energi kebaikan.

Tunas Integritas

Sebagai guru, aku pun pernah menggunakan buku-buku KPK untuk kegiatan mendongeng atau menggunakannya sebagai sumber inspirasi kegiatan. Buku-buku cerita bergambar ini sederhana namun kaya akan makna dan sangat memungkinkan untuk kemudian dikembangkan menjadi kegiatan-kegiatan bermain bersama anak yang beragam.

Sudah banyak kegiatan yang dibuat dan lahir dari inspirasi buku-buku cerita bergambar dari KPK. Seluruh kegiatan tersebut mengandung nilai-nilai kebaikan antikorupsi seperti kejujuran, tanggung jawab, mandiri, sederhana, dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan seperti berkarya, bermain drama, menari, dan menyanyi semuanya dikaitkan dengan cerita kebaikan yang ada di buku tersebut.

Kolase robot dari bahan-bahan bekas ini dibuat oleh anak-anak berdasarkan cerita ‘Kota Oncom’ dari salah satu buku seri Tunas Integritas. Robot ini adalah robot penghisap sampah yang membantu warga kota membersihkan kotanya dari sampah yang berserakan agar bersih seperti ‘Kota Oncom’. Dalam cerita berjudul ‘Kota Oncom’ diceritakan bahwa kota tersebut adalah kota yang sangat tertib. Warganya selalu tepat waktu, menaati aturan yang berlaku, serta sudah sangat peduli dengan kebersihan kotanya.

Buku seri Tunas Integritas memiliki banyak cerita menarik lainnya, misalnya cerita tentang peri yang mengambil bubuk ajaib dan berbohong, seorang anak bernama Chacha yang terburu-buru diantar naik motor di jalanan yang macet, dan beberapa cerita lainnya. Pembaca kemudian diajak untuk mengambil nilai-nilai baik yang seharusnya dilakukan oleh setiap tokoh cerita. Selain buku cerita, salah satu seri buku Tunas Integritas adalah buku contoh kegiatan yang dapat dilakukan. Misalnya membuat celengan dari barang bekas serta ide membuat maze dan sudoku sendiri.

Si Kumbi anak jujur 1

Selain buku seri Tunas Integritas, KPK juga memiliki buku seri Si Kumbi anak jujur. Berbeda dengan seri Tunas Integritas yang satu bukunya terdiri dari beberapa cerita, seri Si Kumbi ini memiliki satu cerita di tiap bukunya. Di setiap cerita selalu terkandung nilai kejujuran yang dilakukan oleh tokoh-tokoh ceritanya. Tokoh utama seri buku ini adalah Kumbi di kumbang dan beberapa temannya Osyi kelinci, Tupi tupai, Bimo beruang, dan Ayi ayam. Selain buku cerita bergambar, seri Si Kumbi anak jujur ini pun memiliki satu buku kegiatan yang berisi ide-ide berkarya dan permainan.

Si Kumbi anak jujur 2

Buku seri Si Kumbi anak jujur, memiliki seri kedua. Tokoh utama dari cerita ini masih sama, yaitu Kumbi, Osyi, Bimo, dan Ayi. Dalam semua bukunya, mereka berjalan-jalan mengunjungi beberapa tempat menarik di Indonesia dan mengenalkan budaya Indonesia seperti makanan khas daerah, pakaian, permainan, serta tempat wisata. Di setiap cerita terdapat tokoh tambahan yang diceritakan sebagai teman Kumbi. Diambil dari binatang-binatang khas daerah Indonesia seperti Teruntun, burung Momoa, dan beberapa binatang lainnya.

Modul ‘Menyemai Benih Integritas’ yang ditulis berdasarkan pengalaman mengajar di kelas.

Dari buku-buku cerita bergambar ini, lahir berbagai kegiatan yang dapat dilakukan bersama anak-anak di kelas atau bahkan di rumah. Pembelajaran nilai-nilai antikorupsi menjadi lebih menarik dilakukan dengan menggunakan buku-buku yang menarik. Ide-ide kegiatan baru yang dilakukan kemudian didokumentasikan dalam bentuk modul kegiatan ‘Menyemai Benih Integritas’. Modul ini pun diberikan secara cuma-cuma bagi guru-guru serta lembaga yang telah mengikuti kegiatan pelatihan, dengan syarat buku yang diberikan harus digunakan secara maksimal untuk kegiatan bersama anak-anak dan memberikan banyak manfaat untuk lebih banyak orang.

Seluruh buku-buku dari KPK tidak diperjualbelikan secara bebas di mana pun. Semua diberikan dengan gratis. Sehingga jika ingin membacanya, kita bisa mengunjungi perpustakaan yang memilikinya. Silakan berkunjung ke perpustakaan Elmuloka di jalan Malabar 61 Bandung. Di sana, banyak buku cerita bergambar buatan KPK bahkan ada pula seri belajar integritas pada tokoh bangsa. Jadi, siapa bilang belajar antikorupsi itu sulit?

 


Leave a Reply