“Lukiiiissss…”

Berawal dari keisengan mencari ide-ide dari aplikasi Pinterest, aku sampai membuat satuΒ boardΒ yang khusus berisi lukisan-lukisan sederhana. Aku suka dengan lukisan. Tapi bukan berarti aku suka melukis atau jago melukis. Jauh dari kata iya. Tapi aku punya cita-cita memenuhi rumah dengan segala hal yang dibuat sendiri. Terutama pajangan lukisan. Karena seindah-indahnya lukisan orang lain, lebih bermakna lukisan sendiri meskipun biasa-biasa saja.

Akhirnya, aku mampir ke toko pernak-pernik karya. Membeli beberapa kanvas, kuas, dan cat akrilik ala-ala. Ala-ala karena memang harganya murah untuk amatiran sepertiku.

Lalu berkarya pun dimulai. Hasilnya biasa saja. jadi kapan-kapan saja kuposting di sini. Sekarang aku ingin bercerita hal lain…

Sehari sebelum ulang tahun Raynar yang pertama, dia menemukan alat-alat lukis sepupunya. Lalu mulailah dia eksplorasi. Selain melukis di atas kardus, rambut dan tangannya pun ikut dilukis. Raynar waktu itu belum tahu apa nama kegiatan yang dia lakukan. Tapi yang jelas, dia bertahan cukup lama mengeksplorasi cat dan kuas.

Dua bulan kemudian, aku mengajak Raynar untuk melukis lagi. Tidak langsung di kanvas dan niatnya memang untuk eksplorasi lagi. Aku menyediakan kardus bekas untuk dilukis, cat air, dan kuas. Cat air dipakai supaya lebih mudah dibersihkan jika kena lantai. Karena aku tidak memakai alas apapun untuk berkarya.

Raynar melukis kardus bekas.

Lalu, aku membuka lagiΒ boardΒ lukisan di Pinterest. Mencari ide lukisan yang bisa dibuat oleh Raynar dan bisa dipajang. Akhirnya, aku memutuskan untuk membuat lukisan kanvas dengan selotip. Kanvas ditempel beberapa selotip yang melintang secara acak. Lalu, Raynar bisa dengan bebas mewarnai kanvas dengan warna-warna yang dipilihnya. Setelah kering, selotip kemudian dibuka. Bagian yang tidak terkena cat lalu diberi warna menggunakan warna yang kontras dengan warna sebelumnya.

Cara yang sama aku terapkan lagi pada lukisan selanjutnya. Aku menempelkan selotip dan membentuknya menjadi huruf R. Raynar lalu melukis dengan warna-warna pilihannya. Kali ini Raynar melukis langsung dengan menggunakan tangannya. Setelah kering, selotip dengan bentuk huruf R dibuka dan diberi warna kontras.

Sekarang, Raynar sudah tahu bahwa kegiatan yang dilakukannya adalah melukis. Sekarang, dia kerap meminta ‘lukis’ sebagai salah satu kegiatan rutinnya. Pinterest memang menyelamatkan banyak orang amatiran sepertiku. Ternyata, melukis pun bisa menjadi salah satu kegiatan bermain sensori yang menyenangkan. Karena selain menghasilkan karya, Raynar juga belajar tekstur kental dan lengket cat saat melukis langsung menggunakan tangannya. Yuk, kita buat sendiri lukisan di rumah…

 


One Comments

  • yulita

    June 12, 2017

    syudaaaah… thanks for the idea… πŸ˜‰

    Reply

Leave a Reply