Peri Buku

Pernah dengar program ‘Books on The Go’?
Ketika aku mengintip kegiatan orang-orang yang terlibat di dalamnya melalui akun instagramnya, hanya satu kata yang terlintas, ‘kreatif’. Demi menularkan semangat dan minat baca pada orang lain, orang-orang kemudian berperan menjadi Peri Buku atau Book Fairy yang menyembunyikan buku di tempat-tempat umum. Buku-buku itu ditempeli stiker resmi ‘Books on The Go’ dari wilayahnya. Ya, teryata program ini ada di banyak negara termasuk Indonesia.

Lalu aku pun tertarik untuk bergabung. Dengan mendaftarkan data diri lalu membeli satu set stiker, aku pun resmi menjadi Peri Buku yang akan menebar buku secara sembunyi-sembunyi. Aku suka membaca buku. Suka juga mengoleksi semua buku favorit, jadi sebenarnya mustahil bagiku merelakan buku-buku favoritku untuk orang lain bahkan orang yang tidak dikenal. Kemudian caraku adalah membeli ulang buku-buku kesukaanku untuk ditempeli stiker ‘Books on The Go’.

Ini adalah beberapa buku yang niatnya kesebarkan saat menjadi Peri Buku.

Lalu aku memulai peran menjadi Peri Buku saat bulan Ramadhan lalu. Buku pertama yang kutinggalkan adalah buku parenting di masjid dekat rumah mertua saat shalat Ashar .

Buku selanjutnya yang kutinggalkan adalah buku yang menurutku cukup menginspirasi. Buku ‘nasehat’ untuk menjaga lingkungan. Buku ini diterbitkan secara independen dan dijual langsung oleh penulisnya yang juga seorang jurnalis di sebuah media. Buku ini kutinggalkan di Stasiun Kereta Bandung.

Buku ketiga, aku meninggalkan sebuah novel remaja. Meski aku sudah tidak remaja lagi. Buku ini kutinggalkan di bangku bis kota jurusan Jatinangor yang memang biasanya diisi mahasiswa/i.

Sejak mendaftar menjadi Peri Buku, membawa-bawa beberapa buku yang sudah tertempel stiker ‘Books on The Go’ di dalam tas menjadi kebiasaan. Suatu saat buku itu bisa kutinggalkan di tempat yang kukunjungi. Misalnya saat akuu terjebak hujan di perjalanan dan melipir mampir sejenak untuk makan. Aku meninggalkan buku novel.

Dari 10 stiker yang ada, aku baru menempelkannya di 7 buku dan baru menebar 5 buku di tempat berbeda. Buku kelima yang aku tinggalkan adalah buku parenting. Buku ini kutinggalkan di ruang tunggu RSIA Limijati Bandung.

Jadi, siapa yang mengadopsi buku-bukuku? Jangan lupa untuk menyebarkannya lagi untuk orang lain. Semoga minat baca di Indonesia semakin tinggi.


Leave a Reply