Raynarsaurus

Raynar aka Nenang, sangat suka Dinosaurus. Hal ini bermula ketika liburan pulang kampung ke Jogja 2017 lalu. Aku mengajaknya masuk ke wahana Dinosaurus di Taman Pintar. Sejak saat itu, segala sesuatu seringkali dihubungkan dengan Dinosaurus. Minatnya terhadap Dinosaurus yang semakin kuat, membuatku juga jadi senang membeli banyak buku cerita anak untuk Raynar bertema Dinosaurus, meminjam buku dari perpustakaan tetang Dinosaurus, membeli mainan miniatur Dinosaurus, mengajaknya berkarya membuat Dinosaurus, hingga bermain dramatisasi Dinosaurus.

Raynar dan Babah di Taman Pintar Jogja

Seperti biasanya, buku untukku adalah media paling mudah untuk memulai segala hal. Mengajak Raynar bermain dengan Dinosaurus tentu perlu mengajaknya terlebih dulu ‘belajar’ mengenai apa Dinosaurus itu, nama setiap jenisnya, hingga fungsi dari setiap bagian tubuh Dinosaurus yang berbeda. Maka petualangan membaca buku Dinosaurus pun dimulai setiap kali ia meminta dibacakan buku.

Beberapa buku cerita Dinosaurus yang kubeli di BBW, toko buku diskon online, dan kartu Dinosaurus yang dibeli di Gramedia.

Buku stiker Dinosaurus untuk berkarya dan untuk reward.

Buku Dinosaurus yang kupinjam dari perpustakaan Elmuloka.

Karya pertama bertema Dinosaurus yang dibuat adalah karya lukisan. Tentu saja Raynar tidak melukis Dinosaurus. Di usianya yang waktu itu sudah dua tahun, Raynar masih banyak membutuhkan kegiatan sensori. Melukis dengan tangan adalah salah satunya. Aku menyediakan cat air, palet, kanvas, dan beberapa kuas sebagai media Raynar berkarya. Awalnya ia mengecat dengan menggunakan jarinya, kemudian lama-kelamaan ia mulai mencoba menggunakan kuas untuk melukis dengan warna-warna yang dipilihnya sendiri. Kegiatan ini juga sebagai ajang Raynar belajar mengenal warna.

Melukis di atas kanvas.

Dan inilah hasilnya setelah ditambahkan stiker Dinosaurus…

Selain melukis, aku juga mengajak Raynar bermain dan berkarya dengan lego. Secara kemampuan, memang Raynar belum bisa membuat bentuk Dinosaurus dengan menggunakan lego. Bentuk-bentuk yang dibuatnya kemudian kutambahkan sehingga mulai menyerupai Dinosaurus dan digunakan untuk main dramatisasi bersama.

Tyranosaurus lego kolaborasi aku dan Raynar.

Ketika stok kanvas masih tersisa tapi persediaan cat air sudah habis dan crayon hanya tersisa beberapa potongan kecil saja, aku terinspirasi mengajak Raynar kembali menggambar. Dengan media kanvas dan crayon. Raynar pun kembali mengatakan Dinosaurus sebagai tema yang diinginkannya.

  

Setelah kanvas penuh dengan warna crayon, Raynar kembali menempelkan stiker Dinosaurus yang dipilihnya.

Selain berkarya di rumah, Raynar sempat diajak berkunjung ke Museum Geologi untuk melihat fosil T-Rex dan mendapat informasi tentang Dinosaurus (meski mungkin ia belum banyak paham).

Raynar dan Senja di Museum Geologi.

Untuk mendukung minatnya terhadap kegiatan dramatisasi bertema Dinosaurus, menyediakan miniatur dan boneka tangan akan menjadi sangat seru. Bahkan saat sakit dan dirawat di rumah sakit, Raynar tetap membawa semua Dinosaurusnya untuk menemani.

Miniatur dan boneka tangan Dinosaurus sebagai media bercerita dan bermain dramatisasi.

Memfasilitasi anak terhadap suatu tema akan dapat membantu perkembangan dalam berbagai aspek dan kemampuan yang dimilikinya. Anak dapat diajak bermain dan mengembangkan kemampuannya berbahasa, menambah wawasan, kemampuan motorik, kemampuan berpikir, namun tetap menarik minatnya karena hal yang dibahas adalah hal yang disukainya.

Setelah Dinosaurus, minat Raynar kini semakin berkembang pada jenis kendaraan. Mulai dari mainan, lagu-lagu, bahkan buku cerita yang dipilihnya dari perpustakaan. Kalau sudah ada karya yang dihasilkan, aku akan tulis ceritanya lagi nanti…


Leave a Reply