Stellaluna adalah nama seekor anak kelelawar. Saat ia dan induknya terbang, tiba-tiba saja mereka melihat seekor burung hantu yang menukik menuju mereka. Stellaluna dan induknya terbang menghindar dan mereka pun jatuh terpisah. Stellaluna┬ábertahan di sebuah ranting menunggu ibunya kembali tapi Stellaluna tidak bisa bertahan dan akhirnya jatuh ke dalam sarang burung. Stellaluna pun akhirnya hidup bersama anak-anak burung dan dirawat oleh induk burung. Tapi Stellaluna tetaplah seekor kelelawar, meski ia berusaha makan serangga yang diberi oleh induk burung, ia tidur dengan bergelantungan dan membuat anak-anak burung penasaran ingin ikut bergelantungan. Induk burung menegurnya agar tidak mengajari anak-anak burung tidur bergelantungan dengan kakinya. Stellaluna pun kemudianRead More →

The Very Hungry Caterpillar a.k.a Harapeko Aomushi dalam bahasa Jepang adalah salah satu judul buku cerita anak yang cukup fenomenal menurutku. Sejak awal menjadi guru, aku sudah mengenal buku ini. Dan ternyata, buku ini memang menjadi Top 100 buku anak pilihan guru saat bercerita. Buku cerita sederhana karya Eric Carle yang memuat banyak sekali hal yang bisa dipelajari oleh anak saat membacanya. Awalnya kupikir buku ini hanya bercerita mengenai proses metamorfosis kupu-kupu. Tapi ketika dibaca kembali berulang-ulang, buku ini juga mengajak pembaca belajar berhitung, mengenal urutan hari dalam seminggu, dan memberi wawasan pada pembaca mengenai makanan ulat yang sebenarnya. Jadi, jika orangtua dan guru inginRead More →

Gadis Bahagia, setiap hari bangun dengan bintang di mata dan bunga di hati. Burung-burung tak ragu bertengger menyanyi di kepalanya, ikut bergerak menyelaraskan dengan ayunan langkah kaki Gadis Bahagia ke arah bukit Matahari di Timur negeri. Sesampainya Gadis Bahagia di bukit, ia duduk di antara rerumputan yang tinggi. Kepalanya nyaris tenggelam tak kelihatan. Gadis Bahagia duduk menanti matahari sampai bentuknya sempurna. Ia sabar menanti dengan senyum yang terus disunggingkan. Burung-burung sesekali terbang berputar di atas kepalanya dan hinggap lagi di kepala. Rasanya, matahari hari ini lebih lambat datang dari biasanya. Jalanan biasanya belum macet, mungkin ia kehabisan tiket kereta. Gadis Bahagia menanti dengan gembira, iaRead More →

Di sebuah negeri yang ceria bernama Negeri Tertawa, hiduplah seorang penyihir tua baik hati bernama Wata-Wata. Ia ingin berlibur berwisata ke negeri lain dan berbagi keceriaan. Wata-Wata mengenakan jubah biru cemerlang miliknya. Lalu ia berangkat ke arah Barat seorang diri. Wata-Wata yang sangat bahagia, kini sudah tidak pernah menggunakan mantra sihirnya. Maka ia berjalan kaki seperti manusia kebanyakan ketika akan pergi ke suatu tempat. Setelah beberapa waktu, Wata-Wata tiba di negeri yang tampak suram. Semua di negeri itu berwarna abu-abu, sepi, dan tidak ada suara tawa. Wata-Wata bertemu dengan sepasang raja dan ratu Negeri Abu-Abu itu di depan sebuah puri suram berwarna abu-abu. Wajah merekaRead More →

  Ada suatu negeri suram. Semua warna di sana abu-abu. Pondok-pondok abu-abu, pohon serta semua tanaman abu-abu, semua penduduk memakai pakaian abu-abu, dan wajah mereka pun turut suram. Negeri itu dikenal dengan sebutan Negeri Abu-abu. Negeri itu sangat sepi, tidak pernah terdengar suara tawa dan anak-anak yang bermain atau bernyanyi. Hanya suara angin lirih yang meniup daun-daun berwarna abu-abu berguguran. Raja Ling-Ling dan Ratu Lung-Lung keluar dari purinya yang juga berwarna abu-abu. Mereka merasa bosan namun bingung dengan apa yang akan dilakukan. Mereka hanya jalan-jalan berputar mengelilingi taman bunga yang juga berwarna abu-abu. “Raja, apa yang harus kita lakukan? Aku bosan merasa sedih dan suram.Read More →