Di awal pernikahan, aku dan suami sempat mengalami long distance marriage meski tidak terlalu lama. Aku dan suami memang bersepakat, jika kami sudah menikah, kami harus bersama. Apalagi jika sudah memiliki anak. Saat itu, suami yang bekerja di Jakarta mengusahakan agar dapat dipindah ke Bandung meski dengan upah yang menyesuaikan dengan standar di Bandung. Selama 6 tahun usia pernikahan, kami bersama di satu kota. Meski seringkali kami berpisah karena tugas atau karena aku menjalani me time. Paling lama kami berpisah sekitar 2 minggu ketika aku atau suami mendapat tugas kantor keluar kota. Dan akhirnya, sebulan lalu suamiku mendapat keputusan pindah tugas dan harus kembali stayRead More →

Sejak hadirnya Raynar di antara aku dan Babah, kami rasanya agak sulit untuk bepergian dengan jarak jauh. Kesulitannya lebih banyak karena kecemasan kami sendiri kurasa. Waktu Raynar masih bayi, ingin rasanya mengajak dia menengok eyang-eyangnya di Kediri Jawa Timur, tapi kami kemudian memikirkan transportasi yang akan dipilih. Naik mobil sudah jelas tidak akan jadi pilihan. Raynar yang masih bayi perlu lebih dari sekedar Bubunya yang mengasuh selama perjalanan. Naik kereta akan menghabiskan waktu kurang lebih 17 jam dan membayangkannya saja kami tidak sanggup. Naik pesawat tidak bisa langsung mendarat di depan rumah eyang, jarak dari bandara Juanda sampai Kediri cukup jauh dan belum dibayangkan macetnyaRead More →