Aku memiliki dua peran yang membuatku bisa memahami sulitnya menjadi guru anak usia dini di sekolah dan menjadi ibu seorang anak usia dini di rumah. Aku paham ketika memang ternyata anak di rumah sulit menuruti apa yang diucapkan ibunya ketimbang hal yang disampaikan oleh gurunya. Meskipun aku juga guru, aku juga mengalami sulitnya mengelola emosi saat anak tantrum di rumah. Aku terkadang lebih merasa bisa konsisten dengan 20 anak di sekolah dibandingkan mengurus satu anak di rumah. Aku paham. Di rumah dan di sekolah bisa membuat perilaku anak menjadi sangat berbeda, dan tentu saja tidak semua yang sukses diterapkan di kelas, bisa sukses juga dilakukanRead More →