Proses literasi semakin banyak digerakkan di negeri ini, namun banyak terjadi mispersepsi dalam penerapannya. Padahal literasi melingkupi banyak aspek, bahkan dalam pengembangan karakter. Sebagai guru (dan juga orangtua) tentu ingin anak (-anak) mengalami proses membaca yang utuh. Bagaimana proses membaca yang utuh? Sebuah penelitian sederhana kulakukan sejak awal tahun 2015, hanya untuk sekedar membuktikan bahwa read aloud dapat membantu perkembangan karakter dan bahasa anak hingga kemampuannya terhadap keaksaraan. Langkah awal yang dilakukan adalah berbicara sendiri pada janin dalam kandungan, membacakan buku cerita pada anak yang wujudnya pun belum diketahui. Berdasarkan banyak teori serta penelitian di luar sana bahwa membacakan buku pada janin akan berhasil, makaRead More →