Aku sedang membaca buku mengenai makna shalat, buku berjudul ‘Buat Apa Shalat?!’ karya Haidar Bagir cukup banyak membuat merenung. Karena ternyata, jika kita sebagai muslim telah mampu mencapai kesempurnaan shalat, Allah akan memberikan banyak sekali manfaat bagi kehidupan. Namun, kesempurnaan shalat tidak mudah. Karena imbalannya yang sangat luar biasa, tentu usaha yang dilakukannya pun tidak mudah. Kita perlu belajar sepanjang hayat. Kemudian, muncul pertanyaan baru, bagaimana kita bisa dan mampu belajar sepanjang hayat mengenai shalat yang baik jika belum menjadikan shalat suatu kebutuhan yang menyenangkan? Hanya menyimpannya dalam deretan daftar kewajiban semata? Di hari Isra Miraj, aku berkesempatan mengikuti webinar yang diadakan oleh OpenMind ConsultingRead More →

Tuhan menyapaku lewat sandal hitam bersol tebal ala tahun 50an bermotif polkadot. Hari di penghujung bulan Mei 94 itu aku menulis di buku harianku. ‘Tuhan, kalau Kau buat aku lolos ujian Ebtanas dengan nilai tertinggi, aku tak akan lupa untuk menyembahMu.’ ‘Jangan lupa Tuhan. Berikan aku rizki lewat menyanyi di akhir bulan ini. Supaya aku bisa membeli sandal bersol tebal layaknya kepunyaan Nurazizah. Aamiin…’ Sejak kecil, shalatku hanya kulakukan berjamaah di pengajian sore atau di sekolah. Di rumah? Hanya kulakukan shalatku kalau pakdeku mulai berpidato, “Tak berdoa, tak sembahyang. Sudahlah jadi makhluk tak beragama saja!” Maka aku pun berlalu dengan lunglai dari hadapan TV menujuRead More →