[et_pb_section admin_label=”section”][et_pb_row admin_label=”row”][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text admin_label=”Text” background_layout=”light” text_orientation=”left” use_border_color=”off” border_color=”#ffffff” border_style=”solid”] Di usia 5-6 tahun, anak-anak sudah sewajarnya memiliki kemampuan dasar belajar untuk dapat membaca dan menulis. Bukan berarti pasti sudah bisa membaca dan menulis secara teknis, namun persiapan menuju baca-tulis teknis harus sudah dimilikinya. Seperti persepsinya terhadap bentuk-bentuk, konsep posisi kanan dan kiri, kesiapan motorik (motorik kasar dan motorik halus), serta tentu saja minat dan motivasinya untuk dapat membaca menulis sendiri. [/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row admin_label=”Row”][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text admin_label=”Text” background_layout=”light” text_orientation=”left” use_border_color=”off” border_color=”#ffffff” border_style=”solid”] Minat serta motivasi anak-anak untuk mulai membaca dan menulis tentunya perlu dibangun dengan cara yang menarik dan tentunya menyenangkan. Bukan hanya meminta anak menuliskan kembaliRead More →

Sejak hadirnya Raynar di antara aku dan Babah, kami rasanya agak sulit untuk bepergian dengan jarak jauh. Kesulitannya lebih banyak karena kecemasan kami sendiri kurasa. Waktu Raynar masih bayi, ingin rasanya mengajak dia menengok eyang-eyangnya di Kediri Jawa Timur, tapi kami kemudian memikirkan transportasi yang akan dipilih. Naik mobil sudah jelas tidak akan jadi pilihan. Raynar yang masih bayi perlu lebih dari sekedar Bubunya yang mengasuh selama perjalanan. Naik kereta akan menghabiskan waktu kurang lebih 17 jam dan membayangkannya saja kami tidak sanggup. Naik pesawat tidak bisa langsung mendarat di depan rumah eyang, jarak dari bandara Juanda sampai Kediri cukup jauh dan belum dibayangkan macetnyaRead More →