Buku cerita tidak hanya berfungsi sebagai buku bacaan saja. Apalagi buku cerita anak yang bergambar. Akan banyak ide-ide kegiatan muncul dengan membaca buku cerita anak bergambar. Ide inilah yang mendasari guru untuk menyusun kegiatan bermain bersama anak dengan memanfaatkan buku cerita bergambar. Dari buku cerita bergambar, kita dapat membedahnya dan menjadikannya sebagai kegiatan berkarya, bermain, bahkan mengembangkan beberapa aspek pada perkembangan khususnya untuk anak usia dini. Salah satu tema yang dibuat adalah tema Bajak Laut, yang diambil dari buku cerita bergambar ‘How I Became a Pirate’ karya Mellinda Long dan David Shannon. Buku ini bercerita mengenai seorang anak bernama Jeremy Jacob yang bertemu dengan sekelompokRead More →

Keinginan untuk bertemu Kunang-kunang di kebun saat malam hari, membuatku ikut kegiatan berkebun di sore hingga malam hari. Di bulan Ramadhan, kegiatan Kebun Komunal di Kebun Belakang berpindah dari pagi menjadi sore hari. Setelah beberapa kali gagal ikut serta karena masih ada pekerjaan yang belum tuntas, akhirnya aku dan Raynar ikut bergabung dengan beberapa teman yang biasa berkebun bersama di Kebun Belakang. Di sekolah, Raynar baru saja mulai tema mengenai serangga. Kegiatan berkebun dan mencari serangga bisa menjadi kegiatan yang sejalan dengan tematik di sekolah. Di awal libur Lebaran, aku dan Raynar ikut kegiatan Kebun Komunal sore hari. Sekaligus merencanakan untuk buka puasa bersama denganRead More →

Sekolah bagi anak usia dini, bermain adalah belajar, menyimak cerita adalah membaca, berkarya adalah menulis. Makna dari berkarya menurut KBBI adalah mencipta, baik dalam bentuk tulisan / karangan, lukisan, dan bentuk lainnya. Dan apakah tujuan anak usia dini berkarya adalah untuk membentuknya menjadi seniman di kemudian hari? Jadi, apakah sesungguhnya makna berkarya bagi anak usia dini? Keterampilan yang dibutuhkan di abad 21 ini semakin luas dan bukan terbatas hanya pada kemampuan membaca dan berhitung secara teknis yang dijadikan dasar. Keterampilan abad 21 yang dibutuhkan terbagi menjadi 3 bagian yaitu literasi dasar, kompetensi, dan karakter. Dalam bahasa kurikulum, hal tersebut lebih dikenal dengan pengetahuan, keterampilan, sikap,Read More →

Aku berkenalan dengan Kebun Belakang sudah sejak tahun 2019 lalu. Ketika itu, aku melakukan survey untuk kunjungan kegiatan anak-anak sekolah, sekaligus membawa Raynar melakukan eksplorasi, tentu saja. Ceritanya bisa dibaca di http://hotarukika.com/kebun-belakang/ Pada Oktober 2020, Kebun Belakang menawarkan kegiatan Kebun Komunal. Kegiatan dalam kelompok kecil saat pandemi Covid saat itu benar-benar kubutuhkan. Untuk bersosialisasi di luar rumah, lepas dari rutinitas yang semakin banyak di hadapan layar, dan tentu saja belajar mengenai hal yang baru. Sebenarnya tidak benar-benar baru, aku cukup sering berkegiatan menanam di sekolah. Memelihara beberapa sayuran dengan kitchen regrow. Namun, mengelola sayuran di area kebun yang benar-benar kebun memang baru untukku. Pertama-tama, kuperkenalkanRead More →

Aku sedang membaca buku mengenai makna shalat, buku berjudul ‘Buat Apa Shalat?!’ karya Haidar Bagir cukup banyak membuat merenung. Karena ternyata, jika kita sebagai muslim telah mampu mencapai kesempurnaan shalat, Allah akan memberikan banyak sekali manfaat bagi kehidupan. Namun, kesempurnaan shalat tidak mudah. Karena imbalannya yang sangat luar biasa, tentu usaha yang dilakukannya pun tidak mudah. Kita perlu belajar sepanjang hayat. Kemudian, muncul pertanyaan baru, bagaimana kita bisa dan mampu belajar sepanjang hayat mengenai shalat yang baik jika belum menjadikan shalat suatu kebutuhan yang menyenangkan? Hanya menyimpannya dalam deretan daftar kewajiban semata? Di hari Isra Miraj, aku berkesempatan mengikuti webinar yang diadakan oleh OpenMind ConsultingRead More →

Hai. Sudah berapa lama sih pandemi ini?Sebagai orang yang sebenarnya introvert dan ga suka keramaian, aku cukup mensyukuri saja bisa cukup banyak waktu bekerja dari rumah. Dinikmati, disyukuri, dan menaruh harapan cukup besar agar semua kondisi berangsur pulih. Yang penting sabar kan… Awalnya, kupikir berdiam di rumah tidak akan selama ini. Sebulan, dua bulan mungkin cukup. Tapi ternyata berlanjut ke bulan-bulan selanjutnya. Kondisi makin membaik? Belum juga, kalau tidak mau mengatakannya sebagai kondisi yang sama sekali tidak baik. Manusia introvert juga tetap diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk sosial, dengan keterbatasan sosial tetap butuh bersosialisasi bagaimana pun caranya. Sebisa mungkin aku tetap nurut, kalau ga pentingRead More →

Merayakan ulang tahun, bukan budaya dalam keluargaku sejak dulu. Bahkan aku tidak menganggap usia 17 tahun penting untuk dirayakan saat itu. Kebiasaan itu kemudian terus berlanjut ketika aku sudah berkeluarga, ulang tahun tetap diingat, mengucap doa, dan memberi hadiah meski tidak pernah merayakannya atau membuat kejutan yang sangat terencana. Sejak awal bulan, aku memberitahu Raynar kalau di akhir bulan Babah berulang tahun. Dan hal itu ternyata membuat Raynar memiliki ide untuk merancang sebuah kejutan ulang tahun untuk Babah. Padahal, di hari ulang tahunnya sendiri pun, kami tidak membuat kejutan apapun. Sejak awal, ia merencanakan ingin memberi Babah hadiah yang memang Babahnya inginkan dan membuat skenarioRead More →

Sejak kecil, budaya membaca rasanya sudah tertanam dalam keluargaku. Di saat semua teman-temanku memiliki banyak sekali berbagai permainan elektronik, orangtuaku selalu memberi apresiasi dalam bentuk buku. Lama-kelamaan membaca yang memang dibiasakan menjadi hobi hingga kini. Aku merasakan banyak sekali manfaat membaca dalam kehidupan. Bahkan untuk sekedar mengisi waktu ketika menunggu agar tidak salah tingkah misalnya. Karena manfaat yang sangat banyak, maka tentunya aku ingin membangun budaya tersebut juga pada keluargaku sendiri, terutama pada anakku. Sejak dalam kandungan, aku kerap membacakan buku secara nyaring pada anakku. Meskipun saat itu aku sedang membaca novel. Aku pun membacakan banyak buku-buku anak yang sudah kukoleksi sejak aku baru mulaiRead More →

Siapa yang akan menyangka bahwa kita semua akan mengalami hidup layaknya di film-film thriller yang seringkali ditonton di bioskop. Pandemi virus Corona yang mulai merebak di akhir tahun 2019 dan semakin menyebar ke seluruh dunia membuat kita yang ada di Indonesia juga pada akhirnya harus #dirumahaja. Alih-alih melakukan banyak penyangkalan dengan menolak melakukan social distancing atau hanya sekedar menyerahkan segalanya pada Tuhan, aku memilih untuk mencoba mengikuti arahan dan aturan yang memang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia bahkan oleh WHO. Aku sudah hampir 2 minggu melaksanakan WFH (work from home). Sebagai guru yang selalu aktif bermain di kelas bahkan lapangan sekolah, WFH ini sebenarnya cukup menyiksa.Read More →

Anak itu unik. Pasti berbeda satu anak dengan anak lainnya. Perkembangan anak lain bukan menjadi patokan perkembangan anak kita. Tetapi, jangan pula terlena dengan keunikan anak, cek milestone setiap tahap usianya, apakah sudah berkembang sesuai dengan usianya? Anakku memang terlambat bicaranya, soalnya dia jalan lebih cepat daripada anak yang lain… Atau… Anakku memang belum bisa bicara, tapi dia pintar kok… Sudah tahu angka… Apakah kalimat tersebut tidak asing kita dengar di lingkungan? Atau bahkan kita sendiri pernah mengucapkan hal tersebut? Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang utuh. Setiap anak memiliki berbagai aspek yang akan berkembang sesuai dengan tahapan usianya tentu saja dengan bantuan stimulasi yangRead More →