Berburu Kunang-kunang

Keinginan untuk bertemu Kunang-kunang di kebun saat malam hari, membuatku ikut kegiatan berkebun di sore hingga malam hari. Di bulan Ramadhan, kegiatan Kebun Komunal di Kebun Belakang berpindah dari pagi menjadi sore hari. Setelah beberapa kali gagal ikut serta karena masih ada pekerjaan yang belum tuntas, akhirnya aku dan Raynar ikut bergabung dengan beberapa teman yang biasa berkebun bersama di Kebun Belakang. Di sekolah, Raynar baru saja mulai tema mengenai serangga. Kegiatan berkebun dan mencari serangga bisa menjadi kegiatan yang sejalan dengan tematik di sekolah.

Di awal libur Lebaran, aku dan Raynar ikut kegiatan Kebun Komunal sore hari. Sekaligus merencanakan untuk buka puasa bersama dengan beberapa teman kebun yang biasa berkegiatan di kebun bersama. Kegiatan Kebun Komunal sore hari sama seperti kegiatan di pagi hari. Seperti merapikan rumput liar, menyiram bibit yang baru ditanam, serta menanam bibit yang baru. Ditambah Raynar yang berburu serangga.

Raynar mencari semut

Menjelang berbuka puasa ‘Kepala Suku’ Kebun Belakang mulai menyiapkan kayu untuk api unggun. Api unggun kali ini adalah api unggun yang pertama untuk Raynar. Dia yang biasanya melihat cerita mengenai api unggun melalui buku yang dibacanya, sekarang bisa punya kesempatan untuk mengalaminya. Di malam harinya, aku dan Raynar berencana untuk mencari Kunang-kunang yang kabarnya sering muncul di waktu Magrib.

‘Kepala Suku’ Kebun Belakang
Anak-anak yang mengamati proses persiapan api unggun.

Menjelang waktu berbuka puasa, gerimis datang. Padahal api unggun sudah dinyalakan. Mungkin hujan memang memberi kami kesempatan untuk berbuka puasa dan melaksanakan shalat dulu sebelum bermain api unggun dan berburu serangga.

Setelah berbuka puasa dengan makanan-makanan yang dibawa oleh masing-masing dan saling berbagi, anak-anak mulai bakar marshmallow dan jagung. Raynar semangat sekali bakar marshmallow karena dia pernah melihatnya di film Spongebob.

Saat kebun mulai gelap, Kunang-kunang mulai tampak. Anak-anak mencoba menangkap Kunang-kunang dan melihatnya dari dekat. Raynar suka sekali dengan berbagai macam serangga, tapi memang belum pernah melihat kunang-kunang dalam jarak sangat dekat, dia baru melihat kunang-kunang dalam gelap yang hanya terlihat cahayanya saja.

Proses Raynar dan teman-teman berburu Kunang-kunang

Raynar akhirnya bisa melihat dan menyentuh kunang-kunang secara langsung setelah sebelumnya banyak melakukan studi literatur (haha). Raynar sebelumnya lebih banyak mencari tahu tentang serangga dari video dan buku-buku serangga di rumah.

Jadi, bagaimana perasaan Raynar bisa melihat dan menyentuh kunang-kunang secara langsung?

“SERUUUUUUU Ya Buuuuu….”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *