Keinginan untuk bertemu Kunang-kunang di kebun saat malam hari, membuatku ikut kegiatan berkebun di sore hingga malam hari. Di bulan Ramadhan, kegiatan Kebun Komunal di Kebun Belakang berpindah dari pagi menjadi sore hari. Setelah beberapa kali gagal ikut serta karena masih ada pekerjaan yang belum tuntas, akhirnya aku dan Raynar ikut bergabung dengan beberapa teman yang biasa berkebun bersama di Kebun Belakang. Di sekolah, Raynar baru saja mulai tema mengenai serangga. Kegiatan berkebun dan mencari serangga bisa menjadi kegiatan yang sejalan dengan tematik di sekolah. Di awal libur Lebaran, aku dan Raynar ikut kegiatan Kebun Komunal sore hari. Sekaligus merencanakan untuk buka puasa bersama denganRead More →

Aku berkenalan dengan Kebun Belakang sudah sejak tahun 2019 lalu. Ketika itu, aku melakukan survey untuk kunjungan kegiatan anak-anak sekolah, sekaligus membawa Raynar melakukan eksplorasi, tentu saja. Ceritanya bisa dibaca di http://hotarukika.com/kebun-belakang/ Pada Oktober 2020, Kebun Belakang menawarkan kegiatan Kebun Komunal. Kegiatan dalam kelompok kecil saat pandemi Covid saat itu benar-benar kubutuhkan. Untuk bersosialisasi di luar rumah, lepas dari rutinitas yang semakin banyak di hadapan layar, dan tentu saja belajar mengenai hal yang baru. Sebenarnya tidak benar-benar baru, aku cukup sering berkegiatan menanam di sekolah. Memelihara beberapa sayuran dengan kitchen regrow. Namun, mengelola sayuran di area kebun yang benar-benar kebun memang baru untukku. Pertama-tama, kuperkenalkanRead More →

Siapa yang akan menyangka bahwa kita semua akan mengalami hidup layaknya di film-film thriller yang seringkali ditonton di bioskop. Pandemi virus Corona yang mulai merebak di akhir tahun 2019 dan semakin menyebar ke seluruh dunia membuat kita yang ada di Indonesia juga pada akhirnya harus #dirumahaja. Alih-alih melakukan banyak penyangkalan dengan menolak melakukan social distancing atau hanya sekedar menyerahkan segalanya pada Tuhan, aku memilih untuk mencoba mengikuti arahan dan aturan yang memang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia bahkan oleh WHO. Aku sudah hampir 2 minggu melaksanakan WFH (work from home). Sebagai guru yang selalu aktif bermain di kelas bahkan lapangan sekolah, WFH ini sebenarnya cukup menyiksa.Read More →

Aku sering melihat #PapuaJugaIndonesia tanpa benar-benar paham maknanya. Ya memang Papua itu Indonesia kan… Sampai akhirnya aku berkesempatan mengunjungi Papua di bulan Maret lalu. Bukan, kali ini bukan untuk liburan. Aku mendapat tugas mengajar guru-guru di sana, tepatnya di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Atau mungkin lebih cocok kalau disebut dengan kegiatan sharing pengalaman menulis cerita untuk anak-anak. Aku senang melakukan perjalanan. Tapi sejujurnya, sebenarnya aku takut naik pesawat. Apalagi waktu itu, aku harus pergi sendiri dengan penerbangan tengah malam. Aku harus terbang dari Jakarta dan berangkat dari Bandung sore hari. Ternyata, perjalanan yang cukup lancar membuat travel tiba pukul 20.00 dan aku harus menunggu 2Read More →

Kegiatan outdoor masih sangat penting untuk Raynar yang belum berusia 4 tahun. Tapi semakin hari, area lapangan atau tempat luas yang dekat dengan alam semakin sulit ditemui di perkotaan. Kalau pun ada, jaraknya yang agak jauh dari rumah dan perlu meluangkan waktu seharian untuk bisa datang ke sana. Sudah sejak beberapa bulan lalu, aku tahu tentang @kebunbelakang dari adikku yang sempat menghadiri acara Pasar Sehat di sana. Tempatnya bisa dijangkau hanya sekitar 10 menit saja dari rumah naik ojeg online. Sabtu lalu, aku mencoba datang ke @kebunbelakang untuk survey tempat kegiatan bersama anak-anak sekolah, sekaligus mengajak Raynar main. Sejak Jumat, aku sudah menyampaikan rencana berkunjungRead More →

Read aloud jika diterjemahkan secara bebas, bisa berarti membaca secara lantang atau nyaring. Maksudnya adalah ada orang yang membacakan cerita buku dan ada yang dibacakan atau mendengarkan. Di Indonesia, awalnya read aloud ini merupakan suatu komunitas para orangtua yang mencoba membacakan cerita setiap hari pada anak-anaknya. Ternyata dampak positif yang didapatkan sangat banyak. Aku pernah mendengar, bahwa sebaiknya kita membacakan buku cerita pada anak sejak dini, bahkan ketika anak masih dalam kandungan. Musik klasik itu baik, tetapi akan lebih baik jika anak mendengarkan sendiri suara kedua orangtuanya. Membacakan buku yang baik untuk anak dan juga baik untuk orangtua, akan banyak memberi dampak positif bagi anak. Misalnya dalamRead More →

Memiliki mainan bagi anak-anak adalah wajib. Sama wajibnya seperti memiliki buku cerita menarik. Tapi bagaimana mendapatkan mainan yang sekaligus mengembangkan beberapa hal penting dan bukan hanya sekedar ‘fun’? Kalau beli, seringkali harganya sangat mahal… Aku mendapat ide dari permainan yang dulu sewaktu kecil sering kumainkan, kemudian mencoba membuatnya sendiri. Membuat permainan Ular Tangga. Tapi ular tangga yang kubuat sedikit berbeda karena angka ditulis dari atas ke bawah, permainan Ular Tangga ini kemudian diubah namanya menjadi Perosotan Tangga. Dadu dibuat dengan menggunakan kemasan biskuit bekas yang berbentuk kubus dan di setiap sisinya bergambar biskuit sejumlah 1-6. Permainan ini cukup banyak membantu perkembangan pada anak, khususnya usiaRead More →

Semakin tua, Bumi ini terasa semakin ringkih. Banyak yang mengatakan bahwa alam tengah mengamuk namun bagi alam semua adalah alami, hanya saja kita yang sewajarnya menyesuaikan diri dan juga tahu diri. Mengurangi jumlah pemakaian kantong plastik adalah salah satu bentuk ‘tahu diri’ kita sebagai makhluk yang menumpang di Bumi ini. Karena salah satu bentuk sampah yang sulit terurai adalah plastik. Menolak dan mengurangi penggunaan kantong plastik adalah salah satu langkah kecil yang kulakukan untuk belajar zero waste. Karena satu langkah kecil dibutuhkan untuk membuat sebuah perubahan besar. Setiap orang dalam setiap keluarga, pasti menghasilkan sampah, baik itu sampah organik maupun sampah anorganik. Sampah organik adalahRead More →

[et_pb_section admin_label=”section”][et_pb_row admin_label=”row”][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text admin_label=”Text” background_layout=”light” text_orientation=”left” use_border_color=”off” border_color=”#ffffff” border_style=”solid”] Di usia 5-6 tahun, anak-anak sudah sewajarnya memiliki kemampuan dasar belajar untuk dapat membaca dan menulis. Bukan berarti pasti sudah bisa membaca dan menulis secara teknis, namun persiapan menuju baca-tulis teknis harus sudah dimilikinya. Seperti persepsinya terhadap bentuk-bentuk, konsep posisi kanan dan kiri, kesiapan motorik (motorik kasar dan motorik halus), serta tentu saja minat dan motivasinya untuk dapat membaca menulis sendiri. [/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][et_pb_row admin_label=”Row”][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text admin_label=”Text” background_layout=”light” text_orientation=”left” use_border_color=”off” border_color=”#ffffff” border_style=”solid”] Minat serta motivasi anak-anak untuk mulai membaca dan menulis tentunya perlu dibangun dengan cara yang menarik dan tentunya menyenangkan. Bukan hanya meminta anak menuliskan kembaliRead More →

Sudah lama aku tidak pulang kampung. Sejak awal menikah, akhirnya kembali pulang ke kampung halaman setelah anak sudah 1.5 tahun usianya. Rencana ini sekaligus liburan kami bertiga dan lanjutan stimulasi eksplorasi serta menambah wawasan Raynar mengenai hal baru. Raynar yang sudah semakin banyak berkomunikasi, bertanya mengenai ini dan itu, serta mulai mempunyai banyak hal favorit, tentunya sudah harus semakin difasilitasi. Jadi, pulang kampung, liburan, serta stimulasi dilakukan sekaligus. Aku lahir di Jogja, meski tidak besar di Jogja. Tapi Jogja adalah salah satu destinasi wisata favorit kami (dan pastinya semua orang). Apalagi semakin hari, tujuan wisata di Jogja semakin berkembang banyak. Kampung wisata baru banyak bermunculan.Read More →