Mau Kemana Kita?

Buku cerita tidak hanya berfungsi sebagai buku bacaan saja. Apalagi buku cerita anak yang bergambar. Akan banyak ide-ide kegiatan muncul dengan membaca buku cerita anak bergambar. Ide inilah yang mendasari guru untuk menyusun kegiatan bermain bersama anak dengan memanfaatkan buku cerita bergambar. Dari buku cerita bergambar, kita dapat membedahnya dan menjadikannya sebagai kegiatan berkarya, bermain, bahkan mengembangkan beberapa aspek pada perkembangan khususnya untuk anak usia dini.

Salah satu tema yang dibuat adalah tema Bajak Laut, yang diambil dari buku cerita bergambar ‘How I Became a Pirate’ karya Mellinda Long dan David Shannon.

Buku ini bercerita mengenai seorang anak bernama Jeremy Jacob yang bertemu dengan sekelompok Bajak Laut yang tersesat saat akan mencari harta karun. Para Bajak Laut tersebut melihat Jeremy sedang bermain pasir dengan peralatannya di tepi pantai, mereka mengira Jeremy adalah seorang anak penggali yang hebat yang akan dapat membantu mereka mendapatkan harta karun. Lalu Jeremy pun ikut bertualang bersama Bajak laut menaiki kapalnya. Singkat cerita, Jeremy dan para Bajak Laut saling belajar mengenai kebiasaan mereka masing-masing.

Saat akan mulai membuat kegiatan bermain dan berkarya berdasarkan ide dari buku cerita bergambar, tentunya guru perlu menentukan tujuan yang ingin dicapai dan konsep apa yang akan dipelajari. Hal tersebut akan menjadi bantuan arahan untuk menentukan jenis kegiatan yang akan dibuat.

Sebelum menentukan buku ‘How I Became a Pirate’ sebagai buku untuk mencari ide kegiatan, tema besar pembelajaran anak telah ditentukan terlebih dulu, yaitu ‘Where we are in place and time’ yang intinya adalah mempelajari mengenai konsep tempat dan waktu. Pemahaman mengenai konsep tempat dan waktu bagi setiap usia anak dari 2 hingga 6 tahun tentu berbeda, hal ini pula yang akan direncanakan sebagai tahapan kegiatan yang akan dilakukan. Langkah selanjutnya adalah mulai dengan membedah buku cerita yang akan digunakan sebagai alur kegiatan, jika dibutuhkan, penambahan alur cerita dapat dilakukan.

Kemampuan dalam pemahaman konsep tempat dan waktu bagi anak usia dini dapat dijabarkan sebagai berikut :

  • Pengetahuan dan pemahaman mengenai konsep posisi atas-bawah, depan-belakang, samping, jarak dekat-jauh, kiri-kanan.
  • Pemahaman kata keterangan yang menunjukkan tempat.
  • Pemahaman konsep waktu pagi-siang-sore-malam.
  • Mulai mempelajari sesuatu yang terjadi di masa lampau, kini, dan nanti (rencana).
  • Pemahaman keterangan waktu sekarang-nanti, kemarin-besok-lusa.
  • Mengetahui nama-nama hari dalam seminggu.
  • Mulai mengetahui waktu yang ditunjukkan dengan jam.
  • Untuk yang usia lebih besar, mulai mengetahui nama bulan dalam setahun.

Pada cerita tentang Bajak Laut, kita dapat membedah kemampuan atau kegiatan Bajak Laut untuk membantu mengembangkan kemampuan anak dalam memahami konsep tempat dan waktu. Tentu saja, hal ini dilakukan berdasarkan dari buku-buku cerita imajinasi mengenai Bajak Laut yang telah dibaca oleh guru sebelumnya. Kemampuan dan kegiatan Bajak Laut tersebut di antaranya adalah :

  • Bajak Laut yang berlayar dengan menggunakan kapal layarnya butuh kemampuan untuk membaca arah dan peta.
  • Saat berlayar, Bajak Laut membaca arah angin dan bintang. Mereka perlu memahami waktu siang dan malam.
  • Bajak Laut memiliki tujuan pelayarannya menuju suatu tempat.
  • Selama berlayar, tentu Bajak Laut perlu mampu menyiapkan kebutuhannya sendiri dan juga teman-temannya di kapal. Bajak Laut harus mandiri dan memiliki keterampilan hidup.

Setelah membaca buku-buku mengenai cerita Bajak laut serta mengaitkannya dengan tema besar yang digunakan, maka disusunlah tujuan dari tema serta tujuan dari perkembangan yang akan dicapai. Tujuan tema pada cerita Bajak Laut ini adalah anak dapat menunjukan kepekaan terhadap konsep waktu dan urutan (menggunakan nama hari dengan tepat, menggunakan nama kata ganti waktu seperti kemarin, besok, lusa, tadi, nanti, siang, malam, pagi, sore), dan mengenal perbedaan tempat (ciri, hal yang ada di tempat tersebut, dan yang dilakukan orang yang datang ke tempat itu). Tujuan perkembangan yang akan dicapai dengan melakukan kegiatan pada tema ini adalah bertanggungjawab terhadap diri sendiri dan kesejahteraannya, mengontrol otot halus tangan , menunjukan kepekaan terhadap konsep waktu dan urutan, representasi dan pemikiran simbolik, serta mengekspresikan diri menggunakan kalimat yang lebih luas. Dari tujuan-tujuan tersebut kemudian dibuat rencana mengenai konsep tempat dan waktu yang akan dikenalkan pada anak sebagai wawasan baru dan juga sebagai capaian perkembangan pada anak sesuai dengan tahapan usianya. Konsep ruang / tempat yang akan dikenalkan adalah hutan, kota, pantai gunung, posisi kanan dan kiri, depan, belakang, samping. Konsep waktu, anak akan diajak untuk mengenal jadwal, rencana, nama hari, serta pemahaman konsep pagi, siang, sore, dan malam.

Dari tujuan yang ingin dicapai dan mengolaborasikannya dengan cerita Bajak Laut yang digunakan sebagai ide cerita, alur tema kemudian dikembangkan agar kegiatan menjadi lebih menarik bagi anak.

Anak-anak bertemu dengan Kapal Bajak Laut yang berlabuh di pantai. Bajak Laut ingin berkunjung ke tempat baru yang belum pernah ia kunjungi dan mereka diajak untuk mencari jalan menuju gunung, hutan, dan kota untuk bertualang. Bajak Laut belum terbiasa mendatangi tempat-tempat tersebut sehingga meminta bantuan anak-anak untuk membuatkan jadwal, dan menunjukkan arah yang tepat untuk membantu bajak laut mencapai tujuannya. Di setiap tempat yang Bajak Laut kunjungi, mereka banyak menemukan hal-hal baru yang berharga, apa saja ya? Yuk, kita bantu Bajak Laut untuk pergi ke tempat-tempat baru. Mau kemana kita?

Selain buku ‘How I Became a Pirate’ yang digunakan sebagai pegangan ide awal, ada beberapa buku pendukung yang digunakan oleh guru untuk membantu mengenalkan konsep-konsep tersebut melalui cerita sebagai wawasan awal. Seperti buku ‘Good Morning, City’, ‘What Makes Day and Night’, ‘Percy The Pirate’s Lost Ship’, dan beberapa buku lainnya.

Buku cerita Bajak Laut yang dibuat versi videonya dan diterjemahkan. Di buku cerita sederhana ini, anak diajak untuk membedakan Kapal Bajak Laut dengan perahu kecil. Apa perbedaan secara fisik, fungsi, dan tempatnya berlayar.

Dari seluruh rencana yang sudah dilakukan, guru menyusun panduan kegiatan dan paket bermain yang dapat dilakukan di rumah dan dilakukaan saat kegiatan meet up bersama guru melalui Zoom.

Buku panduan kegiatan
Paket main dengan cover berupa maze yang dapat dimainkan oleh anak, mencari jalan menuju tempat-tempat yang berbeda.

Dalam menjalankan tema ini, anak-anak diajak berimajinasi menjadi petualang yang akan bertualang bersama dengan Bajak Laut. Mereka diajak berkenalan dengan Bajak Laut, siapa Bajak Laut itu melalui berbagai cerita-cerita imajinasi dan mempersiapkan kebutuhan untuk pergi bertualang seperti membuat tas petualangan, menghias topi, dan rompi Bajak Laut. Setiap kali kegiatan meet up melalui Zoom dilakukan, anak-anak dapat menggunakan kostum Bajak Laut yang sudah dibuat. Penggunaan kostum, topi, dan tas petualangan ini akan membuat anak-anak semakin menghayati kegiatan yang dikemas dalam cerita dan dramatisasi.

Saat berkenalan dengan Bajak Laut, anak-anak diajak untuk menggambarkan Bajak Laut dan kapalnya setelah melakukan eksplorasi menggunakan mainan kapal layar.

Kegiatan dilakukan secara terintegrasi antara permainan dramatisasi, mengenalkan konsep tempat dan waktu, serta menguatkan persiapan anak terhadap kemampuan dasar kognitif (persiapan hitung) dan bahasa (pengenalan huruf). Anak-anak juga diajak untuk bermain dramatisasi yang dikaitkan dengan konsep posisi, misalnya mengajak mereka mengendarai kapal dan mengarahkannya ke kanan dan kiri secara bergantian, memberi instruksi kompleks dengan kalimat yang menggunakan kata-kata keterangan posisi.

Dalam pengembangan bahasa, salah satu yang dilakukan adalah dengan membuat sajak berulang yang mengajak anak lebih peka terhadap bunyi dan kata. Selain itu membuat cerita instruksi untuk megajak anak bermain sekaligus bergerak.

Sajak berulang yang dibacakan bersama.
Cerita dengan kata berulang. Anak-anak diajak untuk bergerak ke arah tertentu saat ada kata yang disebutkan. Misalnya saat mendengar kata ‘bajak laut’ anak-anak harus melompat ke kanan, saat mendengar kata ‘harta karun’ anak-anak harus melompat ke kiri.

Bajak Laut yang akan bertualang mengunjungi berbagai tempat baru kemudian membuat jadwal petualangannya. Jadwal petualangan dibuat seperti kalender untuk anak dapat belajar tentang hari-hari dalam seminggu. Mereka boleh membuat jadwal petualangannya sendiri selain membuat jadwal petualangannya bersama Bajak Laut.

Membuat jadwal Bajak Laut.

Tema Bajak Laut ini, selain mengembangkan anak dalam wawasan, kognitif, dan bahasa, tentu saja mengembangkan kemampuan anak dalam mengurus diri. Kegiatan tetap dilakukan secara terintegrasi. Kemandirian anak dalam mengurus dirinya sendiri, sangat dibutuhkan untuk mereka melakukan petualangan bersama Bajak Laut.

Untuk tetap membuat kegiatan bermain di tema ini berpusat pada anak, maka jadwal dan tujuan petualangan bersama Bajak Laut dipilih oleh anak. Setiap kelas dapat memilih tujuan petualangannya yang berbeda, mereka perlu menyepakati bersama tujuan yang akan didatangi dengan menggunakan peta.

Saat meet up Zoom, anak-anak diajak memilih tujuan yang diinginkan dengan memberi tanda menggunakan anottate.
Kemudian nak-anak tujuan yang dipilih diberi tanda dengan menarik garis dari kapal Bajak Laut menuju kota, pantai, atau gunung dan hutan.

Konsep tempat yang dapat dipilih oleh anak adalah kota, gunung dan hutan, serta pantai. Di tempat-tempat tersebut anak-anak mengeksplorasi hal-hal khusus yang hanya ada di tempat tersebut melalui permainan dramatisasi (melakukan kegiatan yang biasa terjadi di setiap tempat yang berbeda), serta berkarya membuat objek khas yang ada di setiap tempat.

Membuat bangunan gedung yang ada di kota.
Membuat binatang hutan dengan memanfaatkan bahan bunga pinus kering dan memberinya nama sesuai keinginan anak.

Dalam jangka waktu sebulan berkegiatan dengan anak untuk mengembangkan pemahaman mengenai konsep tempat dan waktu tentunya masih terlalu singkat. Maka pengetahuan anak mengenai konsep-konsep tersebut perlu terus dilanjutnya hingga menjadi suatu pemahaman baru dan dapat diaplikasikan. Misal salah satunya dengan melanjutkan membuat jadwal harian yang akan menguatkan pemahaman anak terhadap konsep waktu dan hari. Dari evaluasi kegiatan yang dilakukan, tampak pada sebagian besar anak, belum benar-benar memahami mengenai hari-hari dalam seminggu namun telah memahami konsep urutan dan pola. Hal ini merupakan salah satu dasar kemampuan anak yang dapat mudah dikembangkan pada pemahamannya terhadap konsep waktu dan hari yang terus berulang.

Kemampuan anak dalam berpikir secara ilmiah, imajinatif, dan mengolah kepekaan juga dikembangkan pada tema Bajak Laut ini. Pada kegiatan ilmiah, anak-anak diajak untuk mencari tahu mengenai aktivitas yang dilakukan pagi, siang, sore, malam beserta ciri-ciri setiap waktu tersebut. Anak-anak juga diajak mencari tahu perbedaan dari setiap tempat yang dikunjungi oleh para Bajak Laut. Anak-anak diajak berimajinasi menjadi Bajak Laut sesuai dengan imajinasi mereka serta diolah kepekaannya untuk membangun kembali kota yang hancur akibat adanya bencana alam.

Kegiatan bermain dengan anak dalam mengembangkan pemahaman terhadap konsep tempat dan waktu dapat dilakukan dalam beragam tema. Tapi, jika kita bertualang bersama Bajak Laut, mau kemana kita?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *