DIY & Craft

Membuat Sudut Foto (Bercerita)

Di era yang serba online seperti sekarang, latar belakang untuk sesi online menjadi suatu kebutuhan. Memang, sudah banyak tersedia virtual background yang kece atau bahkan kita bisa membuatnya sendiri menggunakan aplikasi. Tapi tentunya ada suatu kebanggaan jika bisa membuatnya sendiri secara manual bersama anak. Bahkan latar belakang yang digunakan sebagai latar belakang saat sesi online bisa juga digunakan untuk berfoto atau bercerita.

Bercerita?

Ini yang dilakukan Raynar di rumah. Berawal dari tugas sekolah untuk membuat latar belakang pertunjukan untuk kebutuhan assembly virtual, idenya kemudian dikembangkan menjadi latar, sekaligus bantual visualnya untuk bercerita. Latar belakang ini kemudian terus dimanfaatkan beberapa kali untuk beragam kebutuhan.

Sejak dulu, Raynar memang tidak pernah membuat karya tunggal yang terdiri dari sebuah objek saja. Dia selalu membuat karyanya bercerita dengan beragam objek lain yang menjadi pelengkap atau latarnya. Ini memang sudah menjadi kebiasaan yang terbawa dari sekolah, karena gurunya akan bertanya, “Bagaimana ceritanya?” setiap kali dia membuat karya. Sehingga jadi terbiasa untuk membuat visualnya bercerita.

Lalu, bagaimana proses membuatnya?

Seperti anak-anak kebanyakan lainnya, Raynar juga susah diajak mandi. Perlu alasan logis atau bahkan imajinatif yang menarik yang bisa membawa langkahnya menuju kamar mandi. Alasan inilah yang digunakan untuk mengajaknya mandi, bermain kotor-kotoran dengan cat di pagi hari.

Raynar mewarnai plastik berukuran besar dengan menggunakan cat dengan tangannya.

Bahan yang digunakan memang sudah tersedia pada paket kegiatan dari sekolah. Tapi bahan-bahan ini cukup mudah didapatkan. Plastik berukuran besar (plastik meteran yang biasa digunakan untuk sampul buku) dan cat water base. Cat yang disediakan oleh sekolah berwarna biru karena tema untuk kegiatan assembly virtualnya adalah tentang laut, namun Raynar menambahkan warna kuning dan membuat bagian cat yang berwarna hijau. Sebelum plastik mulai dicat, aku membantu Raynar untuk memotong plastiknya. Karena memang di rumah tidak ada area yang sangat luas yang cukup untuk seluruh plastik dibentangkan.

Proses selanjutnya adalah menempelkan plastik di dinding. Tugas ini yang agak sulit karena memang sebenarnya tidak ada lagi sudut atau dinding kosong di rumah. Kami harus menggeser dan memindahkan beberapa barang dan mengubah seting ruangan agar dapat menempelkan dekor itu. Karena usaha menggeser dan mengangkat barang yang tidak mudah, maka aku berpikir dekor ini harus dimanfaatkan untuk banyak hal.

Plastik dekor yang sudah digabungkan antara warna biru dan hijau lalu ditempelkan di sudut ruangan. Raynar sedang mulai menyusun karyanya untuk dibuat bercerita.

Plastik dekor ditempelkan dalam posisi terbalik. Bagian yang dicat berada di dalam, sehingga bagian luarnya dapat ditempelkan karya-karya tanpa merusak / membuat cat terkelupas. Karya yang ditempelkan adalah karya-karya yang Raynar buat bersama dengan teman-teman sekelasnya pada kegiatan sekolah saat sesi online. Raynar mulai mencoba merencanakan posisi dimana karya-karya itu akan ditempelkan. Proses menempelkan karya cukup menghabiskan waktu hingga beberapa hari, karena saat menempelkan karya, Raynar juga merencanakan cerita dari dekor yang dibuat bukan hanya sekedar disusun. Cerita yang dibuat oleh Raynar terinspirasi dari buku-buku cerita yang dibacakan saat sebelum tidur, buku yang bercerita tentang binatang-binatang laut seperti Fidgety Fish dan Tickly Octopus.

Kemudian Raynar membuat dekorasi lain seperti rumput laut, batu-batu karang, dan juga matahari yang dibuat di bagian atas laut. Gambar-gambar berukuran sangat kecil yang sempat dibuatnya juga ditempelkan di dekat gurita sebagai bagian dari ceritanya. raynar juga menambahkan hasil origami ikan buatannya yang kemudian ditempelkan sisa-sisa potongan foam bergliter sebagai sisik ikannya. Dan, beginilah hasil akhirnya…

Kostum dibuat dari bahan-bahan yang juga disediakan oleh sekolah. Raynar hanya tinggal menggunting dan menempelkan sisik warna-warninya. Maafkan mata gurita yang berulang kali lepas.

Dekor ini kemudian dimanfaatkan sebagai sudut foto kami di rumah. Diberi sedikit pencahayaan dan cukup meriah jadinya. Aku juga beberapa kali memanfaatkan dekorasi ini sebagai latar saat mendongeng. Dan inilah video cerita yang sudah direncanakan Raynar. Direkam mendadak karena Raynar yang tiba-tiba muncul ide yang harus dilakukan saat itu juga.

Menjelang hari kemerdekaan, sekolah mengadakan lomba foto dan juga lomba dekorasi bertema merah-putih atau kemerdekaan. Demi tidak membeli bahan baru dan memanfaatkan yang ada, kami kemudian mengubah lautan menjadi tema kemerdekaan. Tapi yang menjadi masalah awal adalah dasar latar yang berwarna biru dan hijau agak sulit diubah. Aku dan Raynar kemudian berdiskusi mengenai ide dekorasi yang ingin dibuat.

Beginilah prosesnya. Awalnya ide Raynar adalah membuat gambar dirinya sedang main bola dengan membawa bendera. Tapi kemudian berubah ketika ingat punya mainan kuda lumping. Raynar berpose untuk memberi bantuan visual. Lalu dia membuat garland, membuat kolase dirinya dalam ukuran besar dan bekerja sama dengan Babah untuk membuat bunga merah putih.
Sebelum dan sesudah. Rencana dan hasil.
Hasil akhir dekorasi kemerdekaan Raynar yang akhirnya menang lomba.

Dekorasi kemerdekaan Raynar bercerita tentang dirinya yang sedang bermain kuda lumping di taman bunga sambil memegang bendera. Sekarang, dekorasi kemerdekaan sudah dilepas. Karena ternyata kuda lumping tidak terlalu kuat bertahan ditempel menggunakan selotip. Kami sudah melepas semuanya dan siap untuk membuat dekorasi selanjutnya. Kira-kira bisa dibuat untuk cerita apa lagi ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *